Dewi Tryanasari Blog

19/02/2009

GAMBUH

Filed under: Uncategorized — tryanasari090880 @ 15:44

Sekar gambuh ping catur
Kang cinatur
Polah kang kalantur
Tanpo tutur katulo-tulo katali
Kadaluwarso kapatuh
Katutuh pan dadi awon

Filed under: NYANYIAN KALBU — tryanasari090880 @ 15:37

Nuladho laku utomo

tumpraping wong tanah jawi

wong agung ing ngeksi gondo

panembahan senapati

kepati amarsudi

sudanen hawa lan nepsu

pinesu tapa brata

nenepi ing siang ratri

amemangun karyeng nak tyas sing sasomo

KENANGAN

Filed under: NYANYIAN KALBU — tryanasari090880 @ 15:28

Kau datang kepadaku dengan cintamu

Saat hidupku tak menentu

Kau tabur benih kasih dalam hatiku

Berharap kan tumbuh berseri

Namun kautabur benih di hati yang gersang

Akankah bersemi dan berkembang

cintamu……..

Kutakut masa laluku yang kelam itu

hanya kan menyiksa dirimu ooooooo nannanananannanananananananana….

:) :) ;) jadi ingat pas masih muda

PASRAH

Filed under: RENUNGAN — Tag: — tryanasari090880 @ 15:18

Pasrah bukan berarti menyerah begitu saja pada kondisi. Pasrah seharusnya dimaknai sebagai sebuah cara untuk menyiasati kondisi yang menekan fisik dan mental yang membuat kita lelah lahir batin. pasrah sebenarnya mengandung  kekuatan tak trehingga yang hanya diketahui oleh orang yang mengaku pasrah. pasrah menghindarkan diri dari mutung alias putus asa.

14/02/2009

MEDIA PEMBELAJARAN

Filed under: OLAH PIKIR — tryanasari090880 @ 10:17

Hakikat Media
Ada banyak pengertian yang dikemukakan oleh para ahli tentang media. Menurut Hamijaya dalam Rohani (1998: 3) media adalah semua bentuk perantara yang dipakai orang untuk menyebarkan ide, sehingga ide atau gagasan itu sampai pada penerima. Mc luahan dalam Kemp (1975:15) menyebutkan bahwa media adalah chanel (saluran) karena pada hakikatnya media telah memperluas atau memperpanjang kemampuan manusia untuk merasakan, mendengar, dan melihat dalam batas jarak, ruang dan waktu tertentu. Menurut AECT media adalah segala bentuk yang dipergunakan dalam proses penyamapaian informasi. NEA (National Education Association) menyebutkan bahwa media adalah segala benda yang dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca, atau dibicarakan beserta instrumen yang digunakan untuk kegiatan tersebut. Dari beberapa pengertian tersebut bisa disimpulkan bahwa media pada dasarnya adalah segala sesuatu yang dapat diindra yang berfungsi sebagai perantara/sarana/alat untuk proses komunikasi (belajar mengajar).
Lebih lanjut dikatakan oleh Rohani (1998:3) bahwa media yang terkait dengan proses belajar mengajar disebut sebagai media instruksional edukatif. Media instruksional edukatif mengandung pengertian segala jenis sarana pendidikan yang digunakan sebagai perantara dalam proses belajar mengajar untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan instruksional. Cakupan media instruksional edukatif adalah media grafis,media yang menggunakan alat penampil, peta, model, globe dan sebagainya. Media instruksional edukatif juga mengandung pengertian peralatan fisik untuk menyampaikan isi instruksional, termasuk buku,film,vidio,tape,sajian slide,guru,dan perilaku non verbal. Dengan kata lain media instruksional edukatif itu mencakup perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software)
Media instruksional edukatif mempunyai ciri identik dengan alat peraga, media ini digunakan dalam dalam proses komunikasi instruksional, memiliki muatan normatif bagi kepentingan pendidikan, serta terkait erat dengan teknik pengajaran.

Peranan dan Fungsi Media dalam Pembelajaran
Dalam melaksanakan proses belajar mengajar guru harus memiliki gagasan kreatif yang dituankan dalam desain pembelajaran. Gagasan yang dituangkan oleh guru, tentunya harus sesuai dengan komponen-komponen lain yang terlibat dalam pembelajaran. Dengan kesesuaian tersebut diharapkan pembelajaran dapat berjalan secara efektif. Dalam hal ini, media merupakan salah satu komponen yang mempunyai peran dan fungsi yang cukup penting. Peran dan fungsi tersebut diantaranya adalah sebagai berikut.
1.Peranan media dalam pembelajaran
a.Mengatasi perbedaan pengalaman pribadi peserta didik, misalnya peserta didik yang ada di daerah pegunungan, bisa mengetahui laut lewat film, atau vidio.
b.Mengatasi batas-batas ruang kelas
Dengan adanya media, benda-benda konkret yang tidak mungkin dibawa ke ruang kelas bisa dikenalkan kepada siswa. Contoh untuk mengenal gajah, guru bisa menggunakan media gambar jadi tidak harus membawa gajah ke ruang kelas.
c.Mengatasi kesulitan apabila suatu benda secara langsung tidak dapat diamati karena terlalu kecil
Benda-benda mikroskopik seperti sel dan yang lain bisa digambarkan sehingga jika sekolah tidak memiliki mikroskop, ini tidak menjadi kendala bagi siswa untuk tahu bagaimana bentuk sel.
d.Mengatasi gerak benda yang terlalu cepat atau terlalu lambat, sedangkan proses gerakan itu menjadi pusat perhatian siswa.
e.Mengatasi suara yang terlalu halus untuk didengarkan.
Untuk mengatasi kendala komunikasi karena suara yang tidak terdengar, guru bisa menggunakan mikrofon atau headfon pada proses pembelajaran bahasa.
f.Menggambarkan peristiwa alam yang sulit diamati secara nyata, misalnya gunung meletus, banjir dan sebagainya
g.Memungkinkan terjadinya kontak langsung dengan masyarakat atau lingkungan sekitar jika media yang digunakan memanfaatklan apa yang ada di lingkungan sekitar.
h.Memberikan kesamaan atau kesatuan persepsi bagi peserta didik.
Persepsi yang berbeda karena keabstrakan konserp bisa disatukan dengan mengkonkretkan konsep tersebut melalui media.

2. Fungsi media dalam pembelajaran
a.Menarik perhatian peserta didik
b.Membangkitkan motivasi belajar
c.Mengkonkretkan sesuatu yang abstrak
d.Mengulang apa yang telah dipelajari
e.Menyediakan stimulus belajar
f.Mengaktifkan peserta didik
g.Memberikan balikan dengan segera

Jenis-Jenis Media
Dale (1948: 30) mengklasifikasikan media berdasarkan pengalaman belajar peserta didik, yaitu dari yang bersifat konkret sampai yang bersifat abstrak.
Pengalaman-pengalaman itu meliputi:
a.Pengalaman melalui lambang kata/verbal.
b.Pengalaman melalui lambang visual (peta, diagram).
c.Pengalaman melalui gambar (foto, album).
d.Pengalaman melalui rekaman, radio, gambar.
e.Pengalaman melalui gambar hidup.
f.Pengalaman melalui televisi.
g.Pengalaman melalui pameran (study display).
h.Pengalaman melalui wid wisata (field study).
i.Pengalaman melalui kegiatan demonstrasi
j.Pengalaman melalui dramatisasi.
k.Pengalaman melalui mode (benda tiruan).
l.Pengalaman melalui pengalaman langsung bertujuan dan melakukan sendiri (selfdoing).

Thomas dalam Rohani (1998: 13) membagi pengalaman menjadi 3 jenjang:
a.Pengalaman dari benda asli (reliefe experince). Misalnya: kereta api, bola.
b.Pengalaman dari benda tiruan (subtitude of reliefe experince). Misalnya: gambar, film, model, sandiwara.
c.Pengalaman dari kata-kata (word only). Misalnya: buku, majalah, program radio, kaset, piringan hitam.

Sedangkan Bretz dalam Rohani (1998: 17), mengelompokkan media menjadi tujuh kelas:
Kelas I: media audio – motion – visual;
Media yang paling lengkap dalam arti penggunaan di kelas dalam segala kemampuan audio dan visual yaitu meliputi:televisi, sound, film, video tape, dan film TV recording.
Kelas II: media audio – still – visual;
Media ini dapat menampilkan suara maupun gambar tanpa gerak. Misalnya: sound film strip sound slide set, rekaman still TV.
Kelas III: media audio – seminotion;
Media yang berkemampuan untuk menampilkan suatu motion yang berupa titik-titik, tidak utuh. Misalnya telewriting, dan recorder telewriting.
Kelas IV: media motion – visual;
Media yang mempunyai kemampuan seperti media kelas I, kecuali suara (audio) yaitu berupa silent film.
Kelas V: media still – visual;
Berkemampuan untuk menyampaikan informasi secara visual tetapi tidak dapat menyajikan motion. Yang termasuk media ini adalah: halaman cetakan, film-strip, gambar.
Kelas VI: media audio;
Media yang hanya menggunakan suara semata-mata. yaitu radio telpon audio tape recorder.
Kelas VII: Media yang hanya mampu menampilkan informasi berupa simbol-simbol tertentu saja.

Menurut Kemp (1975:25) media terbagi atas:
a.Media cetak.
b.Media display.
c.Over heat transparancies.
d.Audio tape recording.
e.Slide dan film-strips.
f.Picture.
g.Komputer.

Gerlach dan Ely (1971) membedakan media menjadi:
a.Gambar diam, baik dalam buku, text buletin, papan display, slides, film- strips, atau over heat proyektor.
b.Gambar gerak baik hitam putih , berwarna, baik yang bersuara maupun tidak, representasi grafis.
c.Rekaman bersuara baik dalam kaset maupun piringan hitam.
d.Televisi
e.Benda-benda hidup, simulasi maupun model.
f.Instruksional berprogram pada CAI (Computer Assiten Instruction).

Menurut Atmohoetomo dalam Rohani (1998: 20) media dibedakan menjadi 3 jenis:
1.Media Audio (hanya dengar).
Medianya Hardwarenya Softwarenya
a.Radio Pesawat radio Program radio
b.Piringan hitam Pick Up Piringan hitam
c.Tape cassette Tape recorder Kaset isi program

2.Media Visual (indera penglihatan).
a. Projected media:
Medianya Hardwarenya Softwarenya
1)Slide dan film (bisu) Projector slide/film Slide/film program
2)Film-strip/loop Projector film strip Filmnya strip
3)Overheat projector Overheat Transparannyaprojector
4)Epidiascop/episcop Epidiascop Bahan yang diproyeksi

b. Non Projected media:
Misalnya Contohnya
1) Wallsheets Peta, chart, diagram, poster.
2) Model Mook up, miniatur dan market
3) Objek Speciment (herbarium- aquarium-insektarium)

3. Media Audio Visual (media pandang dengar)
Medianya Hardwarenya Softwarenya
1)TV Pesawat TV Program TV
2)Radio vision/video Pesawat Video Filmnya + Programnya
3)Film bicara Projector film Film yang diprogram
4)Sound slides Projector slide Slide cassette

Dalam pelaksanaan instruksional dikenal beberapa jenis media. Penggunaan media instruksional edukatif ditentukan oleh fungsi dan tujuan instruksional yang ingin dicapai dan tersedianya bahan untuk mengadakan media.

Berdasarkan hal ini ditawarkan klasifikasi media instruksional edukatif menurut jenis-jenisnya.
1.Berdasarkan indra yang digunakan.
a.Media audio.
b.Media video.
c.Media audio visual
2.Berdasarkan jenis pesan.
a.Media cetak.
b.Media non cetak.
c.Media grafis.
d.Media non grafis.
3.Berdasarkan sasarannaya.
a.Media jangkauan terbatas (tape).
b.Media jangkauan yang luas (radio, pers).
4.Berdasarkan penggunaan tenaga listrik (elektronik).
a.Media elektronika.
b.Media non elektronika.
5.Media asli dan tiruan
Yaitu berupa spesimen, meliputi: makhluk hidup dan benda tak hidup. Makhluk yang ditampilkan adalah yang masih bisa hidup atau yang mati:
a. Adapun spesimen makhluk hidup yang masih hidup, berupa:
1)Akuarium dengan ikan dan tumbuhan
2)Terrarium dengan hewan darat dan tumbuhan
3)Kebun binatang hewan darat dan tumbuhan
4)Kebun percobaan dengan berbagai segala binatang yang ada
5)Insektarium berupa kotak kaca dan berisi serangga

b. Adapun spesimen makhluk hidup yang masih hidup, berupa:
1)Herbarium
2)Diorama: pameran hewan dan tumbuhan yang telah dikeringkan dengan kedudukan seperti aslinya di alam dsb.
3)Taksidemi: kulit hewan yang dibentuk kembali sesuai dengan aslinya setelah kulit dikeringkan dan isinya diganti dengan benda lain
4)Awetan hewan dalam botol
5)Awetan dalam cairan plastik (bioplastik), maksudnya makhluk yang sudah mati disimpan dalam cairan yang semula cair lalu membeku
c.Spesimen dari benda tidak hidup.
Misalnya: batu-batuan, mineral, dll
d.Benda asli yang bukan makhluk hidup
Misalnya: pesawat terbang, mobil dll
e.Model (tiruan benda-benda) bentuk tiruan darisuatu benda asli yang oleh suatu hal tidak bisa ditunjukkan aslinya
Misalnya terlalu besar atau terlalu kecil, dsb
Macam model antara lain:
1)Model irisan, misalnya: irisan bagian dalam bumi
2)Model penampang, misalnya: penampang kayu
3)Model memperkecil/memperbesar, misalnya: miniatur candi, sel
4)Model perbandingan, misalnya: peta
5)Model utuh, misalnya: buah
6)Model susunan, misalnya: susunan tubuh manusia
7)Model kerja, misalnya: model robot berupa lengan dan kepala
8)Model boneka, misalnya: tiruan manusia
9)Model globe, misalnya: tiruan bumi
10)Model lapangan atau market, misalnya: situasi lingkungan
6.Media grafis
7.Semua media yang mengandung gambar maupun tulisan
Jenis-jenis media grafis antara lain:
a.media bagan
b.media grafik
c.media poster
d.karikatur
e.media gambar
f.media komik
g.media gambar bersambung/ seri (vitatoon)
8.Media bentuk papan
a.media papan tulis
b.media papan tempel
c.media papan flanel
d.media papan/ pameran/ visual (display board),
e.media papan magnet
f.media papan demonstrasi
g.media papan paku
9.Media disorotkan
a.media sorot yang diam (still projection media)
b.media sorot yang bergerak (movie projection media)
c.media sorot mikro (micro projection media)
10.Media yang dapat didengar
11.Media pandang dengar
12.Media bahan-bahan cetak (Rohani, 1998: 24)

05/02/2009

SEKILAS PERJALANANKU

Filed under: TENTANG AKU — tryanasari090880 @ 16:31

masa kuliah
Nama : Dewi Tryanasari
TTL : Magetan 9 Agustus 1980
Pendidikan : SDN Tulung 3 Magetan
SMPN 1 Kawedanan-Magetan
SMAN 1 Kawedanan-Magetan
Univ. Brawijaya Malang (Teknologi Industri Pertanian)
Univ.Negeri Malang (Pend. Bahasa Indonesia)
Pascasarjana Univ.Negeri Surabaya (PGSD) (sedang kul)
Suami : Nanang Junaedi, S.Kom
Anak : Regita Anggraini Rosalba
Moto : Melangkah ke arah yang lebih baik meski hanya bergeser 1
langkah
Pekerjaan : Tukang jual cerita di IKIP PGRI Madiun

31/01/2009

REGITA ANGGRAINI ROSALBA

Filed under: MY HEARTH — Tag: — tryanasari090880 @ 08:45

Sungguh anugrah tak terhingga dari-Mu. Putri cantikku lahir setelah setahun pernikahanku dengan yang tercinta Nanang Junaedi, S.Kom. terbetik seberkas harap dari buncah bahagia kelak Tata bisa menjadi wanita utama seperti Dewi Anggraini putri kediri dan menjadi seputih mawar putih (Rosalba). Tata cantik, nunut panggilan kesayangan kami untukmu jadi anak baik nak ya. Ibu sayang kamu :)

The Banana Smoothie Theme. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.